Propylparaben CAS: 94-13-3
Pengawetan Efektif:Nonilfenol propionat berfungsi sebagai pengawet yang sangat efektif dengan menekan perkembangbiakan mikroorganisme berbahaya, sehingga memperpanjang masa penyimpanan produk di berbagai bidang industri.
Cakupan Aplikasi Luas:Zat ini banyak digunakan sebagai pengawet dalam makanan, kosmetik, obat-obatan, dan pakan ternak, berkontribusi dalam menjaga keamanan dan kualitas produk di berbagai skenario penggunaan.
Stabilitas Kimia yang Sangat Baik:Zat kimia ini mempertahankan sifat stabilnya dalam berbagai kondisi lingkungan, menjamin kinerja yang stabil dan andal saat digunakan sebagai pengawet.
Fungsi Antibakteri yang Luar Biasa:Memiliki efek antibakteri yang jelas, zat ini berperan sebagai bahan penting dalam mencegah produk komersial dan industri dari kontaminasi mikroorganisme.
1. Ikhtisar Produk
Propilparaben (juga dikenal sebagai propil 4-hidroksibenzoat atau E216) adalah pengawet spektrum luas yang populer yang berasal dari kelompok paraben, yang terdiri dari ester asam p-hidroksibenzoat.
Berkat sifat antimikroba yang kuat dan kinerja keamanan yang baik, bahan ini telah menjadi bahan yang sangat diperlukan dalam makanan, obat-obatan, kosmetik, dan produk perawatan sehari-hari.
Dengan rumus molekul C₁₀H₁₂O₃, nomor CAS 94-13-3, dan berat molekul sekitar 180,20 g/mol, bahan ini hadir sebagai bubuk kristal putih yang hampir tidak berbau dengan rasa akhir yang sedikit terbakar. Bahan ini menunjukkan efek antimikroba yang lebih kuat daripada metilparaben dan etilparaben, terutama dalam menghambat jamur dan ragi.
Bahan ini bekerja terutama dengan merusak membran sel mikroorganisme dan menekan sistem enzim pernapasan mereka. Berkat gugus hidroksil fenoliknya, bahan ini tetap stabil dan berfungsi dalam rentang pH yang luas dari 4 hingga 8.
2. Fitur Utama
Efek Antibakteri Spektrum Luas — Menunjukkan penghambatan kuat terhadap sebagian besar bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, jamur, dan ragi. Karena kemampuan antimikrobanya meningkat seiring panjang rantai alkil, propilparaben memberikan kinerja yang lebih baik daripada metilparaben dan etilparaben.
Stabilitas Luar Biasa — Tetap stabil dalam kondisi asam dan sedikit basa (pH 4–8). Dengan toleransi panas yang tinggi, tidak terurai selama sterilisasi 100°C, sehingga dapat beradaptasi dengan baik pada berbagai proses produksi.
Toksisitas Rendah dan Keamanan Tinggi — Diakui secara luas sebagai aman di seluruh dunia, dengan toksisitas akut rendah (LD50 oral tikus: 3,7 g/kg), iritasi kulit ringan, dan risiko alergi rendah.
Kombinasi Sinergis — Sering dicampur dengan metilparaben, etilparaben, atau butilparaben. Kombinasi semacam itu sangat meningkatkan efek pengawet total dan mengurangi dosis masing-masing bahan tunggal.
Sesuai dengan Standar Industri Internasional — Memenuhi banyak spesifikasi global seperti FCC, USP/NF, BP dan PhEur.
Sumber Alami yang Mungkin — Selain sintesis kimia, propilparaben juga dapat ditemukan secara alami pada beberapa tanaman dan mikroorganisme, memenuhi permintaan pasar akan bahan yang berasal dari alam.
3. Spesifikasi Teknis dengan Penjelasan
| Parameter | Nilai/Spesifikasi Khas | Deskripsi & Signifikansi |
| Rumus Molekul | C₁₀H₁₂O₃ | Pengidentifikasi inti untuk struktur kimia. |
| Berat Molekul | Sekitar 180,20 g/mol | Digunakan untuk analisis kuantitatif dan perhitungan formulasi. |
| Nomor CAS | 94-13-3 | Pengidentifikasi zat kimia universal. |
| Penampilan | Serbuk kristal putih | Indikator kualitas visual. Harus berwarna putih seragam, bebas dari gumpalan atau kotoran yang terlihat. |
| Uji (Kemurnian) | 99,0% - 100,5% (Kelas FCC/USP) | Spesifikasi inti. Kandungan tinggi memastikan khasiat pengawet yang andal dan akurat. |
| Rentang Leleh | 95,0°C - 98,0°C | Konstanta fisik karakteristik untuk verifikasi kemurnian awal. Rentang sempit menunjukkan kemurnian tinggi. |
| Kehilangan Pengeringan | ≤ 0,5% | Mengukur total kadar air dan kandungan volatil. Kadar air rendah sangat penting untuk stabilitas dan penimbangan yang akurat. |
| Residu pada Pembakaran (Abu Sulfat) | ≤ 0,05% | Mewakili kandungan pengotor anorganik (garam logam). Nilai rendah menunjukkan kemurnian tinggi. |
| Logam Berat | ≤ 10 ppm | Parameter keamanan kritis yang memastikan kepatuhan terhadap peraturan pangan dan kosmetik. |
| Keasaman | ≤ 0,1 ml NaOH 0,1N | Mengontrol kandungan asam bebas, memastikan stabilitas produk. |
| Zat Terkait | Pengotor individu ≤ 0,5% | Mengkarakterisasi produk samping dari sintesis; indikator kemurnian penting. |
| Kelarutan | Praktis tidak larut dalam air dingin, sedikit larut dalam air panas, mudah larut dalam etanol, eter, aseton, dan pelarut organik lainnya | Penting untuk desain formulasi. Biasanya memerlukan pelarutan awal dalam pelarut organik (etanol, propilen glikol) sebelum dimasukkan ke dalam sistem berair. |
4. Aplikasi
(1) Industri Farmasi
1.1 Eksipien Farmasi — Banyak digunakan sebagai pengawet dalam produk oral cair seperti sirup dan suspensi, sediaan luar termasuk salep dan krim, larutan oftalmik, serta cangkang kapsul, secara efektif mencegah kontaminasi mikroba.
1.2 Vaksin & Produk Biologis — Berfungsi sebagai bahan pengawet utama dalam formulasi vaksin dosis ganda dan produk biologis lainnya.
(2). Kosmetik & Perawatan Pribadi
2.1 Pengawet Utama — Propilparaben adalah salah satu pengawet yang paling umum digunakan dalam kosmetik, dengan rentang dosis yang disarankan 0,1% hingga 1,0%. Area aplikasi utamanya adalah: - Perawatan Kulit: Krim wajah, losion, pembersih, toner, dan masker wajah - Perawatan Rambut: Sampo, kondisioner, dan produk penata rambut - Kosmetik Warna: Foundation cair, concealer, lipstik, eyeshadow, maskara, dan eyeliner - Perawatan Mulut: Pasta gigi dan obat kumur
2.2 Keunggulan Kombinasi — Sering digunakan bersama metilparaben, etilparaben, atau fenoksietanol untuk meningkatkan efek antibakteri terhadap bakteri Gram-negatif seperti Pseudomonas aeruginosa.
(3). Industri Makanan
3.1 Pengawet Makanan — Di masa lalu, sering ditambahkan ke kecap, acar, selai, minuman, dan produk roti untuk menekan pertumbuhan jamur dan ragi.
3.2 Catatan Penting — Peraturan terkait berbeda di setiap wilayah. Di beberapa daerah seperti Tiongkok (GB 2760), propilparaben tidak lagi diizinkan digunakan dalam makanan. Penting untuk memeriksa persyaratan peraturan lokal terbaru sebelum aplikasi.
(4). Aplikasi Industri
4.1 Pelapis & Perekat — Berfungsi sebagai pengawet dalam wadah untuk cat berbasis air, perekat, dan polimer emulsi untuk mencegah kerusakan selama penyimpanan.
4.2 Tekstil & Kulit — Digunakan sebagai agen penyelesaian antimikroba untuk melindungi produk tekstil dan kulit dari jamur.
4.3 Pakan Ternak — Berfungsi sebagai pengawet dalam pakan ternak untuk menghambat pertumbuhan jamur dan memperpanjang masa simpan pakan.
5. Perbandingan Tingkat Produk
| Parameter/Tingkat | Kelas FCC (Kelas Pangan) | Kelas USP/NF (Kelas Farmasi) | Kelas Kosmetik | Kemurnian Tinggi/Standar Analitis |
| Standar Inti | Memenuhi Kodeks Kimia Pangan | Memenuhi persyaratan USP/NF | Memenuhi standar bahan kosmetik (INCI) | Kemurnian ≥99,5% (HPLC) |
| Kadar (Kandungan) | 99,0% - 100,5% | 98,0% - 102,0% | ≥99,0% | ≥99,5% |
| Rentang Leleh | 95-98°C | 96-99°C | 95-98°C | 96-98°C |
| Parameter Kritis | Logam berat (Pb, As, Hg) | Zat terkait, residu pemijaran, susut pengeringan | Warna, bau, batas mikroba | Kandungan tepat untuk kuantifikasi HPLC |
| Aplikasi Utama | Aditif makanan, minuman, suplemen nutrisi | Sediaan farmasi, eksipien farmasi | Perawatan kulit, kosmetik warna, perawatan rambut, perawatan mulut | Pengujian analitis, kurva standar, kontrol kualitas |
| Kemasan | Kemasan food grade 5 kg, 25 kg | Drum 1 kg, 5 kg, 25 kg, 50 kg | Drum 1 kg, 5 kg, 20 kg, 25 kg | Vial 100 mg, 1 g |



