Epiklorohidrin CAS:106-89-8
Penggunaan Industri yang Luas:Bahan kimia ini memainkan peran penting dalam produksi polimer epoksi, produk nitrogliserin, penguat serat kaca, dan berbagai bahan kimia industri bernilai tinggi. KinerjaKeunggulan Resin Epoksi:Material epoksi yang dihasilkan dari senyawa ini memiliki daya rekat yang kuat, ketahanan yang baik terhadap korosi kimia, dan penyusutan yang rendah saat pengeringan, sehingga ideal untuk lapisan pelindung dan aplikasi perekat struktural.
Sifat-Sifat Material Elastomer:Ini mendukung produksi karet klorohidrin dengan fleksibilitas yang ditingkatkan pada suhu rendah, serta ketahanan yang kuat terhadap minyak hidrokarbon dan pelarut organik.
Peran Menengah Utama dalam Industri:Ini berfungsi sebagai bahan baku penting untuk sintesis gliserol dan sebagai pelarut pemrosesan untuk polimer selulosa, memberikan nilai aplikasi yang luas di berbagai bidang industri.
Epiklorohidrin adalah zat antara industri penting yang banyak digunakan dalam sintesis gliserol, dan berfungsi sebagai bahan baku utama untuk pembuatan resin epoksi, bahan peledak nitrogliserin, komposit fiberglass, dan produk isolasi listrik. Ini juga berfungsi sebagai pelarut yang efektif untuk campuran selulosa ester, resin polimer, dan produk selulosa eter. Dengan fleksibilitas kimia yang sangat baik, bahan ini banyak digunakan dalam pembuatan surfaktan, intermediet farmasi, formulasi pestisida, produksi pelapis, perekat, resin penukar ion, plasticizer, turunan gliserol, reaksi modifikasi glisidil, dan produksi bahan karet klorohidrin.
Parameter
| Titik lebur | -57 ° C |
| Titik didih | 115-117 ° C(lit.) |
| alpha | -1~+1 ° (D/20 ℃ )(c=1,CH3OH) |
| Kepadatan | 1,183 g/mL pada suhu 25°C ° C(lit.) |
| Kepadatan uap | 3.2 (dibandingkan udara) |
| tekanan uap | 13,8 mm Hg (21,1 ° C |
| indeks refraksi | n20/D 1.438 (lit.) |
| Fp | 93 ° F |
| suhu penyimpanan | Simpan di bawah +30 ° C. |
| kelarutan | 65,9g/l |
| bentuk | Cairan |
| warna | APHA: ≤20 |
| Berat Jenis | 1.183 (20/4 ℃ ) |
| Bau | Pedas, bawang putih; manis, pedas; seperti kloroform. |
| batas ledakan | 3,8-21%(V) |
| Kelarutan dalam Air | 6 g/100 mL (10 ºC) |
| Titik Beku | -57.2 ℃ |
| Merck | 143,611 |
| BRN | 79785 |
| Konstanta Hukum Henry | 3,42(x 10-5 atm?m3/mol) pada suhu 25 derajat ° C (static headspace-GC, Welke dan rekan-tim, 1998) |
| Batasan paparan | TLV-TWA (kulit) 8 mg/m3 (2 ppm) (ACGIH); STEL (15 menit) 19 mg/m3 (5 ppm) (NIOSH). |
| Konstanta dielektrik | 22.9(20 ℃ ) |
| Stabilitas: | Tidak stabil. Mudah terbakar - perhatikan batas ledakan yang luas dan titik nyala yang rendah. |
| LogP | 0,45 pada 20 ℃ |
| Referensi Basis Data CAS | 106-89-8 (Referensi Basis Data CAS) |
| Referensi Kimia NIST | Oksiran, (klorometil)-(106-89-8) |
| IARC | 2A (Vol. 11, Sup 7, 71) 1999 |
| Sistem Pendaftaran Zat EPA | Epiklorohidrin (106-89-8) |
Informasi Keselamatan
| Kode Bahaya | T |
| Pernyataan Risiko | 45-10-23/24/25-34-43 |
| Pernyataan Keselamatan | 53-45 |
| RIDADR | UN 2023 6.1/PG 2 |
| WGK Jerman | 3 |
| RTECS | TX4900000 |
| Suhu Autoignisasi | 779 ° F |
| TSCA | Ya |
| Kode HS | 2910 30 00 |
| KelasBahaya | 6.1 |
| PackingGroup | II |
| Data Bahan Berbahaya | 106-89-8 (Data Bahan Berbahaya) |
| Toksisitas | LD50 oral pada tikus: 0,09 g/kg (Smyth, Carpenter) |
| IDLA | 75 ppm |



