Asam fosfat (food grade) CAS:7664-38-2
Pengasam Serbaguna: Memberikan penyesuaian pH yang tepat dalam sistem pangan seperti minuman berkarbonasi dan produk susu.
Kemurnian & Keamanan Tinggi: Mematuhi standar mutu pangan FDA/GB yang ketat dan mengandung sedikit pengotor logam berat.
Sanitasi Efektif: Pada konsentrasi 10–15%, memberikan pembersihan dan disinfeksi yang kuat untuk peralatan pengolahan makanan.
Viskositas Terkendali: Konsistensi sirup dari larutan 85% memastikan dosis yang akurat dalam persiapan makanan industri.
Kegunaan Lintas Industri: Dapat diterapkan pada perawatan permukaan logam, manufaktur elektronik, dan sintesis kimia khusus.
Asam Fosfat (H₃PO₄) – Profil Fisik-Kimia
Dalam keadaan murni—biasa disebut asam ortofosfat—berupa cairan kental tidak berwarna atau padatan kristal ortorombik transparan, tidak berbau, dengan rasa asam yang tajam. Tingkat komersial standar adalah larutan air 85%, yang berupa cairan bening, sedikit kental, seperti sirup.
Data Fisik Utama: Asam murni meleleh pada 42,35°C dengan densitas relatif 1,834; larutan 85% memiliki berat jenis sekitar 1,70, dan merupakan asam dengan titik didih tinggi yang tidak mudah menguap.
Kelarutan: Dapat bercampur sempurna dengan air dalam semua perbandingan dan mudah larut dalam etanol.
Transformasi Termal: Saat dipanaskan hingga 213°C, ia mengalami dehidrasi parsial menjadi asam pirofosfat; pemanasan lebih lanjut hingga sekitar 300°C mengubahnya menjadi asam metafosfat.
Asam Fosfat (H₃PO₄) — Spesifikasi Teknis
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Titik Leleh (murni) | 42,35°C |
| Titik didih | 158°C (dekomposisi) |
| Kepadatan (25°C, murni) | 1,834 g/cm³ |
| Viskositas (larutan 85%, 25°C) | 147 cP |
| Konstanta Keasaman | pKa₁ = 2,14, pKa₂ = 7,20, pKa₃ = 12,67 |
| Indeks Bias (85%) | 1.342 |
| Dekomposisi Termal | 213°C → Asam pirofosfat, 300°C → Asam metafosfat |
| Informasi Keselamatan |
| Kode Bahaya | C,Xn,T,F |
| Pernyataan Risiko | 34-35-22-39/23/24/25-36/38-23/24/25-11 |
| Pernyataan Keamanan | 7-16-26-36/37-45-36/37/39-1/2-24/25 |
| OEB | C |
| OEL | TWA: 1 mg/m3, STEL: 3 mg/m3 |
| RIDADR | UN 1805 8/PG III (ASAM FOSFAT, LARUTAN) |
| RIDADR | UN 3453 8/PG III (ASAM FOSFAT, PADAT) |
| WGK Jerman | 3 |
| RTECS | TB6300000 |
| F | 3-10 |
| TSCA | TSCA terdaftar |
| Kode HS | 2809 20 00 |
| Kelas Bahaya | 8 |
| PackagingGroup | III |
| Kelas Penyimpanan | 8A - Bahan berbahaya korosif yang mudah terbakar |
| Klasifikasi Bahaya | Toksin Akut. 4 Lisan Kerusakan pada mata. 1 Bertemu. Kor. 1 Koreksi Kulit. 1B |
| Data Zat Berbahaya | 7664-38-2 (Data Zat Berbahaya) |
| Toksisitas | ADI 0 hingga 70 mg/kg (kandungan total fosfat dalam bentuk fosfor, FAO/WHO, 2001). GRAS (FDA, § 182.1073, 2000). LD50 1530 mg/kg (tikus, oral). Jika dikonsumsi 2–4 g per hari, dapat menyebabkan diare ringan. Jumlah zat asam yang digunakan sebagai minuman cola adalah 0,02% hingga 0,06%. |
| IDLH | 1.000 mg/m3 |
Aplikasi Industri Asam Fosfat (H₃PO₄)
1. Industri Makanan & Minuman — Pengatur Keasaman & Sumber Nutrisi
Asam fosfat food grade (E338) banyak digunakan sebagai agen pengasam dalam minuman berkarbonasi (terutama cola), selai buah, dan makanan olahan untuk memberikan rasa asam yang tajam. Ia juga berfungsi sebagai nutrisi ragi dalam proses fermentasi dan sebagai bahan penjernih dalam pemurnian gula, di mana ia bertindak sebagai katalis reaksi organik. Dalam industri susu, pembuatan bir, dan pengolahan makanan, ia juga sering digunakan sebagai disinfektan dan pembersih yang efektif untuk peralatan.
2. Perawatan Permukaan Logam — Fosfat, Penghilangan Karat & Pemolesan Elektrokimia
Asam fosfat kelas industri adalah bahan kimia dasar dalam rekayasa permukaan logam. Ini digunakan untuk menerapkan lapisan konversi fosfat pada permukaan baja, membentuk lapisan fosfat yang tidak larut dan melekat erat yang memberikan perlindungan korosi dan meningkatkan daya rekat cat. Ini berfungsi sebagai penghilang karat dan pengubah karat yang efektif dengan mengubah besi(III) oksida (karat) berwarna coklat kemerahan menjadi besi fosfat hitam. Ketika dicampur dengan asam nitrat, asam fosfat digunakan sebagai agen pemoles kimia untuk aluminium dan paduan aluminium, secara signifikan meningkatkan kehalusan dan kilau permukaan. Selain itu, ini berfungsi sebagai larutan pemoles elektro untuk mencapai hasil akhir seperti cermin pada bagian logam presisi.
3. Elektronika & Semikonduktor — Pembersihan & Etsa Kemurnian Tinggi
Asam fosfat kelas elektronik adalah reagen kimia dengan kemurnian tinggi (dengan tingkat pengotor serendah 10⁻⁹) yang penting untuk etsa basah dan pembersihan presisi dalam industri mikroelektronika. Ini banyak digunakan dalam pembuatan sirkuit terpadu skala sangat besar (ULSI) dan layar kristal cair transistor film tipis (TFT-LCD). Aplikasi spesifik meliputi pembersihan wafer silikon sebelum pelapisan fotoresist, etsa film isolasi, film semikonduktor, dan film konduktor selama proses fotolitografi, serta pengupasan fotoresist akhir setelah transfer pola. Tingkat kemurnian secara langsung menentukan hasil, kinerja listrik, dan keandalan komponen elektronik.
4. Produksi Pupuk — Bahan Antara untuk Pupuk Fosfat
Asam fosfat adalah bahan antara yang paling penting dalam industri pupuk fosfat global, dengan sekitar 85% produksi pupuk fosfat dunia bergantung pada asam fosfat sebagai bahan antara proses. Asam ini terutama digunakan untuk memproduksi amonium fosfat seperti monoamonium fosfat (MAP) dan diamonium fosfat (DAP), yang dihasilkan melalui reaksi asam fosfat dengan amonia. Asam ini juga merupakan bahan baku utama untuk memproduksi triple superfosfat (TSP), pupuk fosfor dengan analisis tinggi. Jalur asam fosfat proses basah (mereaksikan batuan fosfat dengan asam sulfat) mendominasi produksi global.
5. Pakan Ternak — Suplemen Fosfor & Kalsium
Asam fosfat pakan digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi garam fosfat pakan, termasuk monokalsium fosfat (MCP), dikalsium fosfat (DCP), dan trikalsium fosfat (TCP). Senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai suplemen fosfor dan kalsium yang sangat bioavailabel dalam formulasi pakan ternak, unggas, dan akuakultur, mendukung perkembangan kerangka, metabolisme energi (pembentukan ATP), dan kinerja reproduksi. Fosfat pakan membantu mencegah penyakit akibat kekurangan seperti rakhitis, osteomalasia, dan anemia, sekaligus meningkatkan laju pertumbuhan dan produksi telur pada ayam petelur. Tingkat pencampuran dikalsium fosfat yang umum dalam formulasi pakan berkisar antara 1,0% hingga 2,5%, dan fosfor dari fosfat pakan berkualitas tinggi dapat mencapai tingkat pemanfaatan 95%–100% pada hewan.
Asam Fosfat – Spesifikasi Kemasan dan Penyimpanan
Konfigurasi Kemasan
| Format | Kapasitas | Bahan | Aplikasi / Keterangan |
|---|---|---|---|
| Jerigen / Galon | 30 L | HDPE dengan tutup anti rusak | Pasokan kecil untuk bahan pangan atau elektronik; tutup anti-rusak untuk keamanan transportasi |
| Drum | 250 L | Baja berlapis polietilena | Kemasan curah kelas industri; lapisan dalam mencegah korosi dan kebocoran |
| Kontainer Tangki ISO | 25.000 L | Baja tahan karat 316L | Pengiriman curah massal untuk kelas pangan dan industri; cocok untuk transfer terminal ke pabrik |
Panduan Penyimpanan & Penanganan
Kondisi Penyimpanan:Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari alkali, serbuk logam, agen pereduksi, dan bahan organik.
Kontrol Suhu: Larutan asam fosfat 85% harus disimpan di atas -20°C untuk mencegah pembekuan; suhu penyimpanan asam murni harus dijaga pada 25–40°C untuk menghindari pemadatan (Titik Leleh 42,35°C).
Integritas Segel: Tutup wadah segera setelah digunakan untuk mencegah penyerapan kelembaban dan akumulasi uap.
Kompatibilitas Bahan: HDPE dan polipropilena (PP) cocok untuk kontak jangka pendek; peralatan baja tahan karat 316L atau berlapis PTFE direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang atau suhu tinggi.
Tindakan Pencegahan Keselamatan: Kenakan sarung tangan tahan asam, kacamata pelindung, dan pakaian pelindung selama penanganan. Pencuci mata darurat dan pancuran keselamatan harus tersedia di lokasi.



